Rabu, 23 April 2014

Kota Jayapura




Jayapura, sebuah kota yang kini menjadi perbincangan banyak orang akan keindahannya. Ya, ibukota Provinsi Papua ini tak pelak membuat orang takjub akan keindahan yang diberikannya. Kota yang terletak di ufuk timur Indonesia ini memiliki banyak wisata alam yang dapat Anda kunjungi. Singkat kata, kurang lengkap rasanya jika Anda berlibur ke Jayapura dan tak mengunjungi tempat-tempat yang menakjubkan ini.

Kota Jayapura adalah ibukota provinsi Papua, Indonesia. Kota ini merupakan ibukota provinsi yang terletak paling timur di Indonesia.
Kota ini terletak di teluk Jayapura. Dari tahun 1910 ke 1962, kota ini dikenal sebagai Hollandia dan merupakan ibukota distrik dengan nama yang sama di timur laut Papua Barat. Kota ini sempat disebut Kota Baru dan Sukarnopura sebelum memangku nama yang sekarang pada tahun 1968. Arti literal dari Jayapura, sebagaimana kota Jaipur di Rajasthan, adalah 'Kota Kemenangan' (bahasa Sansekerta jaya: "kemenangan"; pura: "kota").
Kota Jayapura telah sejak lama bersentuhan dengan dunia luar. Hal ini ditunjukkan dengan adanya orang-orang luar yang pernah singgah di Tanah Papua ini adalah orang Spanyol yang pernah mengarungi samudera dan bersentuhan dengan orang-orang Indonesia pada umumnya dan orang-orang irian pada khususnya. Sejarah arung samudera telah mencatat secara baik seseorang berbangsa Spanyol bernama YNICO ORTIS DE FRETES. Dengan kapalnya bernama "SAN JUAN" pada tanggal 16 Mei 1545 berangkat dari Tidore ke Mexico.
Dalam perjalanan Ortis de Fretes tersebut tiba di sekitar muara sungai
Mamberamo pada tanggal 16 Juni 1545 memberikan nama NOVA
GUINEA kepada orang-orang dan tanah Papua atau Irian Jaya.
Sesudah Ortis de Fretes menyusul lagi penngarung-pengarung sa yang
lain antara lain ALVARO MEMDANA NE NEYRA (1567), ANTOMIO MA
(1591 - 1593), dan lain-lain. Dapat disimpulkan bahwa orang-orang Spanyol pun pernah ada kontak dan sentuhan dengan penduduk di Jayapura dan sekitarnya.


Bagian utara dari Belanda Nugini diduduki oleh pasukan Jepang pada tahun 1942. Pasukan sekutu mengusir Jepang setelah pendaratan amfibi dekat Hollandia sejak 21 April 1944. Daerah ini menjadi markas Jenderal Douglas MacArthur sampai penaklukan Filipina pada bulan Maret 1945. Lebih dari dua puluh pangkalan AS didirikan dan setengah juta personel AS bergerak melalui daerah ini.

Geografi

Kota Jayapura dibatasi oleh Samudera Pasifik di utara, Kabupaten Keerom di selatan, Papua Nugini di timur, dan Kabupaten Jayapura di barat. Luas Kota Jayapura adalah 940 Km2 atau 940.000 Ha, terdiri dari 5 distrik, terbagi habis menjadi 25 kelurahan dan 14 kampung. Sedangkan untuk letak astronomis.
Transportasi
Darat
Melalui jalan darat ada pula pelayanan transportasi bus antar negara, yakni ke Papua Nugini. Bus ini disediakan oleh berbagai penyedia layanan. Layanan imigrasi Indonesia-Papua Nugini dilaksanakan di Jayapura-Vanimo. Untuk menyeberang ke Papua Nugini, dibutuhkan waktu sekitar 45 menit dari kota Jayapura menuju perbatasan negara.
Profil Kota Jayapura
Kota Jayapura memiliki luas wilayah 940 km2 yang terbagi menjadi 4 kecamatan dengan Jayapura sebagai ibukotanya. Wilayahnya berbatasan dengan Samudera Pasifik di sebelah utara, Kabupaten Jayapura di sebelah selatan dan barat, serta Negara Papua Nugini di sebelah timur.
Kota ini menawarkan obyek wisata yang menarik. Jayapura yang terletak di bibir Teluk Yos Sudarso dan Teluk Yotefa, menyuguhkan pemandangan indah panorama alam yang berbukit-bukit, serta hamparan Lautan Pasifik berair biru jernih.
Kota Jayapura memang memiliki beragam fungsi. Citra sebagai ibu kota provinsi yang menyandang segala kemudahan hidup dan sarana pendukung menyebabkan kota ini menjadi tujuan untuk tempat tinggal. Pengembangan Kota Jayapura sebagai kota perdagangan cukup beralasan. Hal ini dikaitkan dengan fungsinya sebagai tempat menampung hasil-hasil pertanian, hasil industri rumah tangga, maupun sebagai pusat mendistribusikan barang ke daerah-daerah lain dan juga bagi Kota Jayapura sendiri.
Terkait erat dengan perdagangan adalah sektor perhubungan. Untuk mendistribusikan barang ke daerah lain di pedalaman serta lancarnya aktivitas perdagangan, diperlukan sarana dan prasarana yang memadai. Untuk angkutan darat, berbagai jenis kendaraan angkutan kota siap mengangkut penumpang maupun barang. Belum lagi peran pelabuhan laut yang dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia Wilayah IV Cabang Jayapura.


Penerbangan dari Jayapura ke berbagai pelosok pedalaman juga mudah didapat.Meskipun Bandara Sentani terletak di wilayah Kabupaten Jayapura, lebih kurang 33 kilometer atau 30-45 menit dengan taksi bandara sampai ke pusat kota, para pendatang baik turis maupun yang datang untuk urusan dinas, akan singgah dan menginap di Kota Jayapura.
Kota Jayapura memang menyimpan potensi pariwisata . Ada berbagai obyek wisata pantai yang ditawarkan seperti Pantai Base G, Pantai Hamadi, Pantai Hotekamp, dan Pantai Skow. Ada pula obyek wisata kultural semacam museum budaya dan obyek wisata peninggalan perang dunia II.
Kota Jayapura yang berbatasan dengan Papua Nugini, bertetangga dengan Vanuatu, Fiji dan Filipina membuat kota ini sangat strategis. Jayapura bisa diandalkan sebagai salah satu kota pusat perdagangan dan industri di kawasan paling timur Indonesia.

sumber:

Kamis, 17 April 2014

Kota Kaimana

Kali ini saya bagikan tempat-tempat pariwisata yang menurut saya cukup bagus untuk di kunjungi, salah satunya yaitu kota kaimana, oke gan ke TKP

Kabupaten Kaimana hasil pemekaran dari kabupaten Fak-Fak terletak di bagian Selatan Kepala Burung Pulau Papua adalah satu kota tua yang menyimpan sejuta panorama keindahan alam yang khas. Sebagaimana halnya wilayah pesisir di pantai selatan Papua, Kabupaten Kaimana memiliki fisiografi lahan perpaduan antara bukit-bukit karang yang terjal, diselingi oleh lembah yang curam serta daerah dasar lembah yang landai dengan juluran teluk jauh ke darat, diselingi gisik-gisik pantai dan tebing batu karang. Kondisi fisiografi demikian memunculkan suatu bentangan alam yang khas dengan berbagai keunikan hasil karya sang Pencipta yang tak terukur nilainya.
Potensi wisata unggulan yang dimiliki Kabupaten Kaimana berupa pantai berpasir putih, teluk, danau, terumbu karang dan panorama senja yang indah. Selain potensi wisata alam non hayati dan hayati tersebut, juga terdapat potensi wisata budaya sebagai ekspresi perilaku masyarakat dalam pengelolaan sumberdaya alam termasuk ritual dan kearifan lokal dalam melindungi dan melestarikan kekayaan alam mereka. Kabupaten juga memiliki fasilitas komunikasi, transportasi dan penginapan yang layak untuk pengembangan pariwisata.
Meskipun sektor pariwisata belum menjadi sektor unggulan bagi pemerintah daerah, namun Panorama senja dan beberapa pantai serta pulau-pulau kecil dapat dikembangkan untuk ekowisata (Ekotourism). Pulau-pulau kecil ini dijumpai di sepanjang pantai teluk maupun pesisir laut Kabupaten Kaimana.
Panorama senja merupakan salah satu unggulan pariwisata Kabupaten Kaimana.. Panorama senja yang indah ini telah dikumandangkan Alfian ke seluruh dunia melalui lagu “Senja Di Kaimana”. Setiap orang yang mengunjungi Kaimana menggumi keindahan panorama senja. Bahkan masyarakat Kaimana mengatakan Senja Kaimana lebih indah Bulan Purnama atau fenomena Blue Moon.
Pulau Venue, adalah salah satu pulau kecil yang berada di sebelah selatan Distrik Buruway yang luasan hanya sekitar 15 ha. Pulau ini memiliki pantai pasir yang putih dan terumbu karang yang indah. Sesuai namanya, merupakan relung bertelur Penyu Belimbing dan beberapa satwa endemic maupun satwa migran. Pantai pasir putih merupakan tempat bertelur Penyu Belimbing dan Burung Maleo. Satwa migran seperti Pelikan dari Australia secara periodik setiap tahun hadir di pulau ini untuk sekedar menghindari musim yang ekstrim di habitat asalnya dan terkadang menjadikan pulau ini sebagai relung untuk berkembang biak. Pada siang hari, kelelawar banyak bergantungan di pohon Cemara pantai yang tumbuh di pulau ini untuk beristirahat menunggu malam tiba, kembali beraktivitas mencari makan. Di tengah pulau terdapat laguna (kolam karang), merupakan habitat beberapa biota laut. AnakPenyu 300x245 PariwisataDi Pulau Venue pun menyimpan situs berupa kuburan keramat yang hingga kini secara fisik masih terlihat. Perairan laut di sekeliling pulau memiliki terumbu karang dengan berbagai bentuk dan aneka warna, beragam jenis biota laut berasosiasi dengan terumbu karang memunculkan panorama dasar laut yang menakjubkan. Pulau Venue dapat dijangkau melalui laut dengan rata-rata waktu tempuh 3 – 5 jam dari ibu kota Kabupaten Kaimana; 1 – 1,5 jam dari ibu kota Distrik Buruway dan 20 – 30 menit dari Pulau Adi menggunakan long Boat/Speed Boat.
Pulau-pulau kecil seperti Kepulauan Triton dan Pulau Aiduma dapat dikembangkan sebagai obyek wisata Kepulauan. Di perairan laut di sekitar pulau banyak ditemukan ikan Napoleon (Cheilinius undulates) yang berukuran besar dan berbagai jenis ikan hias seperti angelfish (Pemacantus sp) yang dapat dijadikan site point untuk wisata selam dan snorkeling. olahraga air seperti ski dan jet ski. Selain itu wilayah ini banyak ditumbuhi oleh soft coral yang sangat luas dan merupakan makanan ikan alami. Keadaan ini sangat menunjang kegiatan wisata memancing dan snorkling. Ketenangan wilayah ini juga merupakan lokasi yang sangat tepat untuk beristirahat untuk melepas lelah dan penat. Teluk Bisari, dijumpai semacam kebun karang (coral garden) yang sangat luas memanjang dari Tanjung Mosimosi ke arah kampung Sisir, merupakan suatu arsitektur alam yang sulit untuk diciptakan manusia.
TelukTriton 300x225 PariwisataLima Perairan teluk yang terdapat di Kabupaten Kaimana seperti Teluk Bisari, Teluk Etna, Teluk Avona, Teluk Triton dan Teluk Arguni. Di sepanjang perairan teluk, akan dijumpai banyak pulau kecil dengan bukit dan tebing karang akan memperlihatkan panorama alam yang indah. Keadaan ini menciptakan lokasi yang bebas dari gempuran ombak dan angin dan sangat baik untuk Perilaku masyarkat dalam budaya seperti upacara ritual, upacara penyambutan tamu dengan tarian khasnya dan upacara Sasi sebagai kearifan lokal dalam pemanfaatan sumberdaya laut, juga dapat dikembangkan menjadi obyek wisata budaya di Kabupaten Kaimana.



Kamis, 10 April 2014

Pantai Pasir Putih


Assalamualaikum...
sahabat blogger kali ini saya membagikan pengalaman saya beberapa waktu lalu, lokasinya di pulau pasir putih, tepatnya di dermaga kontener SP-3, untuk ke pulau tersebut saya harus menyewa perahu dari dermaga tersebut, dengan harga Rp. 50.000/org PP (pulang-pergi) jadi nanti kita yg tentuin jam berapa kita mau di jemput, atau mungkin kita sewa perahu tersebut seharian (cocok yg hobby mancing) ini saya bagikan foto-foto hasil jepretan saya.


kondisi pantai
Pemandangan
pemandangan
gaya-gayan




Waisai - Raja Ampat


Tugu Selamat Datang
Assalamualaikum....
ini catatan pertama saya, sumpah saya bingung mau nulis kayak gimana emang saya kagak bisa nulis ya?? Saya ingin berbagi pengalaman saya (yg saat menulis ) di waisai-raja ampat. Tentu temen-temen tau atau pernah dengar tentang keindahan alam di indonesia bagian timur..
Nah, tujuan admin kesini sebenarnya dalam rangka kunker (kunjungan kerja) hehehe, bahasanya di lebay-lebay dikit biar keren.
Penginapan DORMAVRA
Karena saat admin datang ke Kab. Raja Ampat pas saat pemilu 9 april 2014, mantap dah dapat liburan gratis nie admin. Pertama-tama ane cari tempat untuk menginap, masa iye suruh tidur di kolong jembatan?? setelah cari kesana kemari akhirnya nemu juga penginapan yang pas, Harga murah, fasilitas lumayan, yang pasti dekat dengan kantor. Setelah itu admin pun mulai menyiapkan bekal untuk melancong mengunjungi tempat pariwisata.
Pertamanya saya singgah dulu di Tugu Selamat Datang, nah disini ada kejadian aneh tapi lucu gan, ceritanya gini, saya dengan teman saya lagi berpose ria dengan di temani oleh kamera canonnya,  setelah jeprat jepret sana sini, eh taunya lupa kalau memori di cameranya lupa di pasang,
terpaksa dengan susah payah kita kembali ke penginapan untuk ambil memorinya, nah untuk selanjutnya silahkan lihat foto aja ya???
countage / penginapan di pinggir pantai
Bandara Waisai

jalan-jalan di pinggir pantai
gayaan dulu nie
 Oke, sekian dulu yang bisa saya bagikan, nantikan petualangan saya ditulisan saya selanjutnya.