Jayapura, sebuah kota yang kini menjadi perbincangan
banyak orang akan keindahannya. Ya, ibukota Provinsi Papua ini tak pelak
membuat orang takjub akan keindahan yang diberikannya. Kota yang
terletak di ufuk timur Indonesia ini memiliki banyak wisata alam yang
dapat Anda kunjungi. Singkat kata, kurang lengkap rasanya jika Anda
berlibur ke Jayapura dan tak mengunjungi tempat-tempat yang menakjubkan
ini.
Kota Jayapura adalah ibukota provinsi Papua, Indonesia. Kota ini
merupakan ibukota provinsi yang terletak paling timur di Indonesia.
Kota ini terletak di teluk Jayapura. Dari tahun 1910 ke 1962, kota
ini dikenal sebagai Hollandia dan merupakan ibukota distrik dengan
nama yang sama di timur laut Papua Barat. Kota ini sempat disebut
Kota Baru dan Sukarnopura sebelum memangku nama yang sekarang
pada tahun 1968. Arti literal dari Jayapura, sebagaimana kota
Jaipur di Rajasthan, adalah 'Kota Kemenangan' (bahasa Sansekerta
jaya: "kemenangan"; pura: "kota").
Kota Jayapura telah sejak lama bersentuhan dengan
dunia luar. Hal ini ditunjukkan dengan adanya orang-orang luar yang
pernah singgah di Tanah Papua ini adalah orang Spanyol yang
pernah mengarungi samudera dan bersentuhan dengan orang-orang
Indonesia pada umumnya dan orang-orang irian pada khususnya.
Sejarah arung samudera telah mencatat secara baik seseorang
berbangsa Spanyol bernama YNICO ORTIS DE FRETES. Dengan kapalnya
bernama "SAN JUAN" pada tanggal 16 Mei 1545 berangkat dari
Tidore ke Mexico.
Dalam perjalanan Ortis de Fretes tersebut tiba di sekitar muara sungai
Mamberamo pada tanggal 16 Juni 1545 memberikan nama NOVA
GUINEA kepada orang-orang dan tanah Papua atau Irian Jaya.
Sesudah Ortis de Fretes menyusul lagi penngarung-pengarung sa yang
lain antara lain ALVARO MEMDANA NE NEYRA (1567), ANTOMIO MA
(1591 - 1593), dan lain-lain. Dapat disimpulkan bahwa
orang-orang Spanyol pun pernah ada kontak dan sentuhan dengan
penduduk di Jayapura dan sekitarnya.
Bagian utara dari Belanda Nugini diduduki oleh
pasukan Jepang pada tahun 1942. Pasukan sekutu mengusir Jepang
setelah pendaratan amfibi dekat Hollandia sejak 21 April 1944. Daerah
ini menjadi markas Jenderal Douglas MacArthur sampai penaklukan
Filipina pada bulan Maret 1945. Lebih dari dua puluh pangkalan AS
didirikan dan setengah juta personel AS bergerak melalui daerah ini.
Geografi
Kota Jayapura dibatasi oleh Samudera Pasifik di
utara, Kabupaten Keerom di selatan, Papua Nugini di timur, dan
Kabupaten Jayapura di barat. Luas Kota Jayapura adalah 940 Km2 atau
940.000 Ha, terdiri dari 5 distrik, terbagi habis menjadi 25
kelurahan dan 14 kampung. Sedangkan untuk letak astronomis.
Transportasi
Darat
Melalui jalan darat ada pula pelayanan transportasi
bus antar negara, yakni ke Papua Nugini. Bus ini disediakan oleh
berbagai penyedia layanan. Layanan imigrasi Indonesia-Papua Nugini
dilaksanakan di Jayapura-Vanimo. Untuk menyeberang ke Papua Nugini,
dibutuhkan waktu sekitar 45 menit dari kota Jayapura menuju perbatasan
negara.
Profil Kota Jayapura
Kota Jayapura memiliki luas wilayah 940 km2 yang
terbagi menjadi 4 kecamatan dengan Jayapura sebagai ibukotanya.
Wilayahnya berbatasan dengan Samudera Pasifik di sebelah utara,
Kabupaten Jayapura di sebelah selatan dan barat, serta Negara Papua
Nugini di sebelah timur.
Kota ini menawarkan obyek wisata yang menarik.
Jayapura yang terletak di bibir Teluk Yos Sudarso dan Teluk Yotefa,
menyuguhkan pemandangan indah panorama alam yang berbukit-bukit, serta
hamparan Lautan Pasifik berair biru jernih.
Kota Jayapura memang memiliki beragam fungsi.
Citra sebagai ibu kota provinsi yang menyandang segala kemudahan
hidup dan sarana pendukung menyebabkan kota ini menjadi tujuan
untuk tempat tinggal. Pengembangan Kota Jayapura sebagai kota
perdagangan cukup beralasan. Hal ini dikaitkan dengan fungsinya sebagai
tempat menampung hasil-hasil pertanian, hasil industri rumah
tangga, maupun sebagai pusat mendistribusikan barang ke daerah-daerah
lain dan juga bagi Kota Jayapura sendiri.
Terkait erat dengan perdagangan adalah sektor
perhubungan. Untuk mendistribusikan barang ke daerah lain di pedalaman
serta lancarnya aktivitas perdagangan, diperlukan sarana dan
prasarana yang memadai. Untuk angkutan darat, berbagai jenis kendaraan
angkutan kota siap mengangkut penumpang maupun barang. Belum lagi
peran pelabuhan laut yang dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia
Wilayah IV Cabang Jayapura.
Penerbangan dari Jayapura ke berbagai pelosok
pedalaman juga mudah didapat.Meskipun Bandara Sentani terletak di
wilayah Kabupaten Jayapura, lebih kurang 33 kilometer atau 30-45
menit dengan taksi bandara sampai ke pusat kota, para
pendatang baik turis maupun yang datang untuk urusan dinas, akan singgah
dan menginap di Kota Jayapura.
Kota Jayapura memang menyimpan potensi pariwisata .
Ada berbagai obyek wisata pantai yang ditawarkan seperti Pantai
Base G, Pantai Hamadi, Pantai Hotekamp, dan Pantai Skow. Ada pula
obyek wisata kultural semacam museum budaya dan obyek wisata
peninggalan perang dunia II.
Kota Jayapura yang berbatasan dengan Papua
Nugini, bertetangga dengan Vanuatu, Fiji dan Filipina membuat kota ini
sangat strategis. Jayapura bisa diandalkan sebagai salah satu kota pusat
perdagangan dan industri di kawasan paling timur Indonesia.
sumber: